IMAN KEPADA MALAIKAT ALLAH
A. Pengertian
Malaikat
Allah telah
menciptakan sejenis makhluk gaib, yaitu malaikat disamping makhluk lainnya yang
tidak dapat ditangkap oleh pancaindera manusia. Malaikat diberi tugas-tugas
khusus yang ada hubungannya dengan waahyu, rasul, manusia, alam semesta,
akhirat, disamping ada malaikat yang diberi tugas untuk melakukan sujud kepada
allah SWT secara terus menerus.
Menurut istilah,
malaikat adalah salah satu jenis mahluk Allah yang Ia ciptakan khusus untuk
taat dan beribadah kepada-Nya serta mengerjakan semua tugas-tugas-Nya (Q.S.
al-Anbiya’:19-20). Malaikat berarti mahluk langit.Sedangkan menurut istilah
syara’, malaikat berarti Mahluk ghaib yang diciptakan Allah yang berasal dari
nur atau cahaya dengan wujud dan sifat-sifat tertentu dan senantiasa mengabdi
dan taat kepada Allah. Tidak diperoleh penjelasan kapan malaikat diciptakan,
tetapi diciptakan lebih awal daripada Adam, manusia pertama (Q.S.
al-Baqarah:30).
Malaikat
mempunyai sifat yang berbeda dengan mahluk lainnya.Percaya kepada adanya
malaikat terdapat dalam enam rukun iman yaitu pada rukun iman kedua.Yaitu iman
kepada malaikat Allah.Iman kepada malaikat, artinya percaya bahwa malaikat
adalah mahluk Allah yang senantiasa patuh pada-Nya dan tidak pernah
mendurhakai-Nya. Beriman kepada malaikat hukumnya wajib bagi setiap orang islam
(fardlu ‘ain). Orang islam yang tidak mengimani adanya malaikat dianggap murtad
dan Allah mengkafirkan orang-orang yang mendurhakai-Nya. Perintah untuk beriman
kepada malaikat ditegaskan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits (Q.S. Al-Baqarah:285).
Keberadaan malaikat ditetapkan berdasarkan dalil-dalil yang qath’iy (pasti),
sehingga mengingkarinya adalah kufur berdasarkan ijma’ umat islam, karena
ingkar kepada mereka berarti menyalahi kebenaran al-Qur’an dan As-Sunnah.
Malaikat
mempunyai sifat yang berbeda dengan makhluk lainnya. Dengan izin Allah,
sewaktu-waktu malaikat dapat menjelmakan dirinya seperti manusia, misalnya
malaikat jibril menjadi manusia di hadapan Maryam, ibu Isa almasih (QS. Maryam
(19): 16-17).
“Dan
ceritakanlah [kisah] Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri
dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,maka ia mengadakan tabir
[yang melindunginya] dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka
ia menjelma di hadapannya [dalam bentuk] manusia yang sempurna. (QS. Maryam
(19): 16-17)
Kisah tentang
malaikat yang menjelma manusia itu bisa kita temukan pula dalam surat
Al-Hijr(15) : 52-55 dan surat Az-Zaariyaat(51) : 24-25. Sebagai mahluk
immaterialmalaikat mempunyai ciri-ciri diantaranya :
1. Mereka
adalah makhluk yang selalu takut dan patuh pada Allah
2. Mereka adalah makhluk yang tidak pernah
berdosa atau bermaksiat.
“Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah
manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang
tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan
selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”
3. Mereka
dalah mahluk yang tidak pernah sombong dan selalu bertasbih kepada Allah.
“Sesungguhnya malaikat-malaikat
yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka
mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud.”(Azyumardi Azra,
2002: 129-135)
B. Kodrat
Malaikat
Walaupun
malaikat itu dikatakan sebagai dhat, tetap malaikat tak diberi kekuatan
membeda-bedakan seperti manusia. Memang dalam hal ini, malaikat boleh dikatakan
lebih banyak bersifat kekuatan alam daripada bersifat manusia. Funsi malaikat
hanyalah bertaat, dan malaikat tak dapat mendurhaka. Al-Qur’an menerangkan
sejelas-jelasnya sebagai berikut : ”Mereka (malaikat) tak dapat mendurhaka
kepada Allah dalam hal apa saja yang ia perintahkan kepada mereka, dan mereka
mengerjakan apa saja yang diperintahkan kepada mereka (QS A-Tahrim(66) : 6).
Ini menunjukkan bahwa cerita tentang Harut dan Marut yang dikatakan sebagai
malaikat yang memberontak, ini tidak ada dasarnya sama sekali. Dan oleh karena
manusia itu dikaruniai kemauan, sedangkan malaikat tidak, maka manusia lebih tinggi
daripada malaikat. Keunggulan manusia dibuktikan dengan adanya kenyataan bahwa
malaikat disuruh bersujud kepada manusia (QS.Al-Baqarah(2) : 34 ).
“Dan (ingatlah)
tatkala Kami berkata kepada Malaikat : Sujudlah kamu kepada Adam! Maka
sujudlahmereka,kecuali iblis enggan dia dan me¬nyombong, karena adalah d i a d
a ri golongan makhluk yang kafir.” Ibadah Para Malaikat. Para malaikat
diciptakan untuk senantiasa beribadah dan menaati perintah Allah.Dalam
ibadahnya tidak dikenal istilah patah semangat dan mengendur. Ibadah-ibadah
yang dilakukan oleh para malaikat adalah:
- Senantiasa membaca
tasbih sebagai dzikir paling agung yang dikerjakan para malaikat secara
terus menerus.
- Malaikat melakukan
shalat.
- Melaksankan ibadah
haji. Malaikat memiliki ka’bah khusus di langit ketujuh yang dengannya
mereka menjalankan ibadah haji.Allah menamainya dengan Baitul Ma’mur.
- Sangat takut
kepada Allah. Pengetahuan yang mendalam terhadap Allah menyebabkan rasa
takut mereka kepada Allah sangat
besar.
C. Tugas
Malaikat
Pengetahuan
manusia tentang malaikat terbatas pada
keterangan yang diungkapkan dalam Alquran dan hadis rasul. Inman kepada
malaikat akan memberikan pengaruh kejiwaan yang cukup besar seperti kejujuran,
ketabahan dan keberanian.Adapun tugas-tugas malaikat sebagaimana di jelaskan
dalam Alquran.Jumlah malaikat sangat banyak, tidak terhingga dan hanya Allah
yang mengetahuinya. Mereka memiliki tugas dan pangkat yang berbeda satu sama
lain. Sebagian dari mereka disebut namanya, dan sebagian lainnya disebutkan
tugasnya saja.
Diantara
nama-nama dan tugas-tugas malaikat adalah sebagai berikut:
1. Malaikat Jibril: bertugas menyampaikan
wahyu kepda para nabi dan rasul, sejak nabi Adam sampai dengan Rasul Nabi
Mmuhammad. Nama lain dari Jibril adalah Ruhul Quds (Q.S. An-Nahl:102) dan Ruh
al-Amin (Q.S. Asy-Syuara:193).
2. Malaikat Mikail: mengatur pembagian rizki
kepada seluruh mahluk, seperti: makanan, minuman, dan menurunkan hujan.
3. Malaikat Israfil: bertugas meniup sangkakala
pada hari kiamat dan hai kebangkitan (Q.S. Al-Haqqah:13-16, Q.S. Az-Zumar:68,
Q.S. Ibrahim:48).
4. Malaikat Izrail: malaikat maut bertugas
mencabut nyawa manusia dan seluruh mahluk hidup lainnya.
5. Malaikat Raqib dan Atid: bertugas mencatat
seluruh tingkah laku, perbuatan manusia. Raqib untuk yang baik, dan Atid untuk
yang jahat (Q.S. Qaf: 16-18).
6. Malaikat Munkar dan Nakir: bertugas
memberikan pertanyaan-pertanyaan pada setiap manusia, di alam kubur.
7. Malaikat Malik: bertugas sebagai penjaga
neraka dan meminpin para malaikat menyiksa penghuni neraka (Q.S. At-Tahrim:6,
Q.S. Al-Zukhruf: 77).
8. Malaikat Ridwan: bertugas sebagai penjaga
surge (Q.S. Ar-Ra’d:23-24).
Di bawah ini di
antara malaikat yang tidak di ketahui nama-namanya namun diketahui
tugas-tugasnya sebagai berikut:
1. Malaikat lain ada yang menurunkan wahyu
kepada abdi-abdi Allah yang dikehendaki-Nya.
2. Malaikat ada yang bertugas meneguhkan hati
mukminin atau Rasul.
3. Malaikat ada yang mendoakan kaum muslimin.
4. Malaikat ada yang menjadi kawan atau
penjaga orang-orang mukmin.
5. Malaikat ada yang bertugas melaksanakan
hukuman Allah bagi manusia.
6. Ada malaikat yang memohonkan ampunan bagi
manusia.
7. Ada malaikat yang membaca shalawat atas
Nabi Muhammad saw.
8. Malaikat ada yang bertugas member salam dan
keselmatan kepada ahli surga.
Tugas Malaikat
bagi Manusia pada Umumnya
Malaikat
mengawasi dan memberikan perhatian pada manusia ketika diciptakan, memelihara
manusia ketika dilahirkan, serta mengambil ruh manusia ketika ajal
datang.Malaikat pun bbertugas membawa wahyu dari Allah bagi manusia.
Tugas lain yang
diemban malaikat adalah menjadi pendaming manusia. Hadits yang terdapat pada
shahih muslum telah mempertegas hal itu.Dapat dikatakan bahwa malaikat yang
menjadi pendamping manusia itu adalah malikat yang ditugaskan untuk memelhara
amal manusia. Sementara itu dua pendamping manusia yang terdiri atas jin dan
malikat senantiasa berada dalam kondisi bertentangan. Jin mengajak manusia
untuk berbuat jahat, sedangkat malaikat mengajak manusia untuk berbuat kebaikan.Siapapun
yang mmemperoleh bisikan malaikat harus bersyukur dan memuji Allah.Jika yang
diperolehnya adalah bisikan syetan, secepatnya dia harus berlindung kepada
Allah dari godaan syetan yang terkutuk.
Lain halnya
dengan malaikat Jibril, setiap malam bulan Ramadhan, biasa mendatangi
Rasulullah saw, untuk bertadarus Al-qur’an. Tugas lain yang diemban oleh
malaikat adalah mengawasi amal perbuatan manusia.
Tugas Malaikat
Bagi Orang Beriman
Salah satu
syarat seseorang diktkn beriman adalah keimanan kepada malikat yang mulia.
Tugas yang dibebankan Allah kepada malikat untuk kepentingan manusia, adalah
meniupkan ruh kepada janin, baik itu manusia beriman maaupun kafir, memelihara
seluruh manusia, menyampaikan wahyu, mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia
serta mencabut ruh manusia atas perintaah llah. Malaikat pun memiliki tugas
khusus terhadap orang-oraang beriman, yaitu:
- Memberikan
kecintaan kepada orang-orang beriman
- Meluruskan jalan
kehidupan orang-orang yang beriman
- Membacakan
shalawat bagi orang-orang yang melakukaan hal-hal berikut ini:
•
Mengajarkan kebaikan kepada orang lain
•
Mengimami shalat di masjid
•
Shalat pada shaf pertama
•
Tidak lansung beranjak dari tempat shalat
•
Merapatkan (mengisi) shaf yang kosong ketika shalat
• Makan saur untuk shaum
•
Membaca shalwat untuk Rasululah saw
•
Menjenguk orang yang sakit
- Mengamini doa-doa
orang yang beriman
- Membacakan
isighfar atau permohonan ampunan Allah bagi orang-orang yang beriman
- Menghadiri majelis
ilmu dan dzikir, serta menaungi orang-orang beriman yang berada di majelis
tersebut dengan sayap-sayapnya
- Mencatat pahala
bagi orang yang melaksanakan shalat jum’at
- Melakukan
pergiliran dalam tugas
- Turun di tempat
yang di dalamnya terdapat pembacaan
Al-Qur’an
- Menyampaikan salam
dari Rasul dari umatnya#
- Memasuki barisan
orang-orang beriman ketika berperang dalam meneguhkan jiwa mereka
- Memberikan kabar
gembira kepada orang-orang yang beriman
- Memelihara atau
melindungi Rasulullah saw
- Memelihara orang
beriman yang shaleh dan senantiasa meneguhkan pendirian mereka
- Melayat jenazah
orang shaleh
- Menaungi orang
yang mati syahid dengan sayapnya
- Melindungi Mekkah
dan Madinah dari dajjal
- Mengucapkan amin
ketika orang muslim mengucapkan amin dan itu menambah pahala bagi
seseorang yang mengucapkan amin
- Menghibur orang
beriman ketika mereka berada dalam ketakutan
D. Beriman
Kepada Malaikat
Tanda-tanda
beriman pada malaikat ada yang berupa sikap mental yakni pikiran dan perasaan,
ada pula yang berupa sikap lahir yaitu ucapan dan perbuatan.Tanda-tanda beriman
yang berupa sikap mental itu bersiat abstrak, tidak dapat diketahui dengan
pancaindra dan yang mengetahuinya individu itu sendiri dan Allah, Tuhan Yang
Maha Mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata (syahadah).
Mengacu kepada
ajaran-ajaran Allah yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadits, tanda-tanda
beriman kepada malaikat yang berupa sikap mental itu seperti:
1. Meyakini
dalam hati bahwa malaikat adalah mahluk yang lebih dulu diciptakan Allah
daripada manusia, asal kejadiannya dari nur atau cahaya. Tempat tinggal tetap
malaikat adalah di langit, dan dalam rangka melaksanakan perintah Allah setiap
saat mereka turun ke bumi(Q.S. Maryam:64).
2. Meyakini dalam hati bahwa malaikat bersifat
ghaib, tidak dapat dilihat oleh manusia biasa, senantiasa mentaati perintah
Allah dan tidak pernah mendurhakai-Nya, tidak berjenis laki-laki ataupun
wanita, tidak memiliki hawa nafsu dan tidak beranak atau diperanakkan, tidak
membutuhkan makanan dan segala apa yang bermateri, para malaikat tidak akan
mengalami kematian sebelum datang hari kiamat, para malaikat hanya bisa
mengerjakan apa yang hanya diperintahkan oleh Allah, tidak memiliki inisiatif
untuk berbuat lain, dan para malaikat itu diciptakan Allah untuk tugas-tugas
tertentu(Q.S An-Nur:50 dan Q.S. At-Tahrim:6).
3. Meyakini bahwa tugas malikat itu
bermacam-macam, ada yang berkaitan dengan alam ruhani dan ada pula yang
berhubungan dengan alam dunia, khususnya umat manusia.
4. Meyakini
bahwa orang-orang beriman dan beramal shaleh itu kedudukannya lebih tinggi dari
pada para malaikat. Karena ilmu para manusia lebih tinggi daripada para
malaikat (Q.S. Al-Baqarah:30-34).
Mengenai
tanda-tanda beriman kepada para malaikat yang berupa sikap lahir, yaitu ucapan
dan perbuatan,antara lain:
1. Pernyataan
lisan bahwa ia percaya kepada adanya malaikat dan sifat-sifatnya sesuai dengan
penjelasan Al-Qur’an dan Hadits.
2. Melakukan
perbuatan-perbuatan yang mencerminkan beriman kepada malaikat.
Contoh perilaku
beriman kepada para malaikat:
1. Selalu
berkata yang baik-baik dan kalau tidak bisa lebih baik diam (H.R. Bukhari dan
Muslim).
2. Perilakunya
senantiasa mendatangkan manfaat bagi pelakunya dan orang lain.
3. Perilaku orang beriman dan orang beriman
lainnya akan saling membantu dan menguatkan dalam hal-hal positif yang diridhai
Allah (H.R. Muslim).
4. Kalau berada pada situasi yang menyenangkan
ia akan bersyukur kepada Allah dengan cara dengan cara memelihara dan
meningkatkan takwa. Sedangkan kalau berada pada situasi susah, ia akan
bersabar, tidak gelisah dan berkeluh kesah dan tetap bertakwa kepada Allah.
5. Malu kalau
berbuat dosa, karena ia yakin perbuatannya selalu dicatat malaikat
E. Penerapan
Iman Kepada Malaikat Allah
1. Gemar shalat
berjamah, karena ada keyakina bahwa malaikat selalu menghadiri shalat berjamaah
(H.R. Ahmad, Abu Dawud dan Nasai).
2. Gemar beramal
seperti mnyantuni anak yatim, terlantar dan mmberi bantuan harta kepada para
fakir miskin. Hal ini disebabkan antara lain adanya keyakinan bahwa malaikat
selalu mendoakan orang yang berperilaku dermawan, agar harta yang dibelanjakan
di jalan Allah itu menjadi berkah (H.R. Muslim).
3. Gemar menuntut ilmu, lalu mengajarkannya
kepada orang lain (H.R. Abu Daud dan Turmuzi).
4. Gemar membaca Al-Qur’an. Karena ketika Al
Qur’an dibacakan, malaikat akan hadir dan mendengarkan.
Kita telah
mengetahui tugas, pekerjaan, dan keutamaan malikat sehingga sebagai seorang
mukminn, kita waib melakukan hal-hal berikut ini:
1. Menghindari
perbuatan maksiat dan dosa-dosa yang dapat menyakiti dan mengecewakan hati
malaikat
2. Menjauhi
hal-hal yang dibenci oleh ppara mmalaikt dan juga dibenci oleh manusia Karena
malaikat akan merasa terganggu akibat hal-hal yang mengganggu manusia.
3. Tidak
meludah ke sebelah kanan ketika shalat.
4. Mencintai
dan menghormati mereka dengan tidak membeda-bedakan mereka seperti yang
dilakukan oleh orang yahudi.
F. Hikmah Beriman pada Malaikat
1. Lebih mengenal kebesaran dan kekuasaan Allah
yang menciptakan dan menugaskan para malaikat tersebut.
2. Lebih bersyukur kepada Allah atas perhatian
dan perlindungan Allah terhadap hamba-Nya dengan menugaskan para mlaikat untuk
menjaga, membantu dan mendoakan hamba-hamba-Nya.
3. Berusaha
berbuat kebaikan dan menjauhi segala kemaksiatan serta senantiasa ingat kepada
Allah sebab para malaikat mencatat dan mengawasi amal perbuatan manusia (Q.S.
Al-Infithar:10-12).
4. Tidak berperilaku sombong, sebab para
malaikat tidak memiliki watak sombong (Q.S. An-Nahl: 49).
5. Selalu teringat akan balasan Allah ketika
malaikat mencabut nyawa (Q.S. Muhammad:27).
Di samping
malaikat Allah juga menciptakan makhlik gaib yang lain yaitu jin dan setan.
Menurut alquran jin itu berlaku pula ketentuan sebagaimana yang diberikan
manusia. Mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Paham dan pendirian
mereka sama dengan manusia
“Dan sesungguhnya
diantara kami (jin) ada yang taat dan ada pula yang menyimpang dari kebenaran.
Barang siapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang
lurus.” (Al-Jin (72) : 14 )
Sedangkan setan
adalah makhlik Allah yang durhaka dan selalu berusaha untuk menjerumuskan manusia kepeada kesesatan dan
kejahatan. Di dalam Alquran Allah berfirman :
“iblis menjawab
: “Demi kekuasaan engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (Shaad (38) :
82
Berebeda dengan
malaikat yang mendorong manusia berbuat
baik, kerja setan adalah menyesatkan manusia. Kalau ada gerak di hati seseorang
untuk berbuat jahat, itu tandanya
manusia tersrebut mendapat bisikan setan. Jika ia ingin berbuat baik,
itu indikasi bahwa malaikat berhasil menyampaikan bisikannya pada manusia yang
bersangkutan.
Gerak hati untuk
melakukan perbuatan jahat atau gerak hati untuk berbuat baik dlam diri
seseorang ditimbang oleh akalnya. Akallah yang akan member keputusan. Keputusan
akan menimbulkan kehendak pada diri manusia yang bersangkutan. Kehendak itu
bebas memilih mana yang akan dilakukan.
Menurut ajaran
Islam, setiap manusia mempunyai kecenderungan untuk berbuat baik dan atau
berbuat jahat. Kecenderungan berbuat baik dikembangkan oleh malaikat dan
kecenderungan berbuat jahat dimanfaatkan oleh setan dengan tipu daya. Itulah
sebabnya akal manusia yang mempertimbangkan kedua kecenderungan itu perlu diisi
dengan iman kepada wahyu yang sengaja diturunkan Tuhan untuk menjadi pedoman
hidup manusia.
DAFTAR
PUSTAKA
Muhammad Ali, Maulana. 1977. Islamologi ( Dinul
Islam ). Jakarta : Darul Kutubil Islamiyah.
Mahfud, Rols. 2011. Al-Islam ( Pendidikan Agama
Islam ). Jakarta : Erlangga.
Tim Dosen PAI UNY. 2012. DIN Al-Islam (Buku Teks
Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi ). Yogyakarta : UNY.
Azra, Azyumardi dkk. 2002. Buku Teks Pendidikan
Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum. Jakarta : Direktorat Perguruan Tinggi
Agama Islam.
Ali, M. Daud. 2011. Pendidikan agama islam. Jakarta
: PT. Rajagrafindo Persada.
Taufiq, ahmad. 2010. Pendidikan agama islam (
pendidikan karakter berbasis agama ). Surakarta : Yuma Pustaka
Sumber :
http://www.gudangnews.info/2015/02/makalah-pendidikan-agama-islam-tentang.html#ixzz5KHHHqDiA

Komentar
Posting Komentar