Manusia Dan Tugasnya Sebagai Khalifah Dimuka Bumi



A.  Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk yang sangat menarik. Oleh karena itu ia telah menjadi sasaran studi sejak dahulu, kini dan kemudian hari. Hampir semua lembaga pendidikan tinggi mengkaji manusia, karya dan dampak karyanya terhadap dirinya sendiri, masyarakat dan lingkungan hidupnya. Manusia sebagai makhluk materi, maka pertumbuhannya berporos dari materi juga. Sel telur dari sang ibu bergabung dengan sperma dari sang ayah, tumbuh menjadi janin yang akhirnya kedunia sebagai manusia. Manusia asalanya materi, makanya kesenangan dan kebahagiaan dipengaruhi materi (materialistik), contoh ; untuk keperluan kehidupannya sehari-hari.[1]
Manusia di dalam Al-Qur’an disebut dengan bani Adam, hal tersebut sesuai dengan yang termaktub dalam  dalam QS. Al-Isra’: 70, Allah berfirman:
* ô‰s)s9ur $oYøB§x. ûÓÍ_t/ tPyŠ#uä öNßg»oYù=uHxqur ’Îû ÎhŽy9ø9$# ̍óst7ø9$#ur Nßg»oYø%y—u‘ur šÆÏiB ÏM»t7ÍhŠ©Ü9$# óOßg»uZù=žÒsùur 4’n?tã 9ŽÏVŸ2 ô`£JÏiB $oYø)n=yz WxŠÅÒøÿs? ÇÐÉÈ 
Artinya:” Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.(QS. Al-Isra’: 70)

Manusia disebut dengan basyar , hal tersebut sesuai dengan yang termaktub dalam QS. Al-Kahfi: 110, Allah berfirman:
È@è% (#qãã÷Š$# ©!$# Írr& (#qãã÷Š$# z`»uH÷q§9$# ( $wƒr& $¨B (#qããô‰s? ã&s#sù âä!$yJó™F{$# 4Óo_ó¡çtø:$# 4 Ÿwur öygøgrB y7Ï?Ÿx|ÁÎ/ Ÿwur ôMÏù$sƒéB $pkÍ5 Æ÷tFö/$#ur tû÷üt/ y7Ï9ºsŒ Wx‹Î6y™ ÇÊÊÉÈ 
Artinya:  Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu". (QS. Al-Kahfi: 110)
Manusia disebut dengan Al-Insan , hal tersebut sesuai dengan yang termaktub dalam QS. Al-Insan: 1 , Allah berfirman:
ö@yd 4’tAr& ’n?tã Ç`»|¡SM}$# ×ûüÏm z`ÏiB ̍÷d¤$!$# öNs9 `ä3tƒ $\«ø‹x© #·‘qä.õ‹¨B ÇÊÈ   
Artinya:” Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang Dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?. (QS. Al-Insaan: 1)

Manusia disebut dengan An-naas , hal tersebut sesuai dengan yang termaktub dalam QS. An-Naas: 1 , Allah berfirman:
ö@è% èŒqããr& Éb>tÎ/ Ĩ$¨Y9$# ÇÊÈ    
Artinya:” Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.” (QS.An-Nas : 1)


Menurut ajaran agama Islam, Manusia dibandingkan dengan makhluk lain mempunyai berbagi ciri, anatara lain ;
1.    Makhluk yang paling unik, dijadikan dalam bentuk yang baik yaitu ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Hal ini dijelaskan dalam QS.At-Tin ayat 4.
2.    Manusia memiliki potensi (daya atau kemampuan yang mungkin dikembangkan) beriman kepada Allah. Hal ini dijelaskan dalam QS.Al-A’raf ayat 172.
3.    Manusia diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya. Hal ini dijelaskan dalam QS.Az-Zariyat ayat 56.
4.    Manusia diciptakan Tuhan untuk menjadi khalifah-Nya di bumi. Hal ini dijelaskan dalam QS.Al-Baqarah ayat 30.[2]
 
B.  Manusia Khalifah Allah di Muka Bumi Beserta Tugasnya
Menurut Al-Qur’an, manusia menempati posisi istimewa di alam jagat raya ini. Manusia adalah wakil Tuhan dimuka bumi, sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 30
øŒÎ)ur tA$s% š•/u‘ Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ’ÎoTÎ) ×@Ïã%y` ’Îû ÇÚö‘F{$# Zpxÿ‹Î=yz ( (.... ÇÌÉÈ 
Artinya:”Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.....” (QS. Al-Baqarah: 30)
Kata khalifah diambil dari kata kerja Khalafa yang berarti “mengganti atau melanjutkan”. Dalam hal ini yang dimaksud khalifah adalah person yang menggantikan person lain. Ini menjelaskan bagaimana kepemimpinan dalam rumusan  Islam diberi titel Khalifah. Abu bakar telah menggantikan Nabi SAW setelah Nabi meninggal dunia, maka abu Bakar telah disebut sebagai Khalifah Rasulullah. Dengan mengambil contoh ini maka arti kedua, “melanjutkan” tidak dipakai dan istilah khalifah memberi pengertian “pengganti” kedudukan Rasulullah.
Makna filosofis dari istilah khalifah ternyata tidak menimbulkan perbedaan pendapat, namun para ahli berbeda ketika mencobamendifinisikan pandangan mereka. Sebagaimana khalifah dengan makna pengganti atau pemimpin, maka kita berhadapan dengan tiga pandangan berbeda-beda. Pandangan pertama mengatakan, manusia sebagai species telah menggantikan species lain yang sejak itu manusia bertempat tinggal dimuka bumi. Karena diakui bahwa jin mendahului manusia, maka manusia sebagai pengganti jin.
Pandangan kedua mengatakan, tidak perlu mempertimbangkan pendahulu-pendahulu manusia atau siapa makhluk sebelum manusia di muka bumi ini. Kata khalifah secara sederhana menunjuk kepada sekelompok masyarakat yang menggantikan kelompok lainnya. Diantara bukti-bukti yang menunjukkan hal ini, salah satunya terdapat dalam Q.S An- Naml: 62
........... öNà6è=yèôftƒur uä!$xÿn=äz ÇÚö‘F{$# 3.. ÇÏËÈ 
Artinya:”....Dia menjadikan engkau pewaris-pewaris di muka bumi...”.(QS. An-Naml : 62)

Pandangan ketiga menurut penafsiran yang disetujui oleh Razi, Thabari dan Qurtubi memberi tekanan kepada proses istihlaf  itu lebih penting. Dinyatakan bahwa khalifah tidak secara sederhana menggantikan yang lainnya, yang secara nyata memang benar-benar khalifah Allah. Allah pertama kali menjadikan khalifah yang berjalan dan bertingkah laku mengikuti ajaran Allah.[3]
Adapun tugas manusia dimuka bumi, yaitu ;
a)    Sebagai pemanfaatan dan penjaga kelestarian alam, yang termaktub dalam QS. Al-Jum’at: 10 dan QS. Al-Baqarah: 60
b)   Sebagai peneliti alam dan dirinya untuk mencari Tuhan, yang termaktub dalam QS. Al-Baqarah: 164 dan QS. Al-Fathir: 11,13
c)    Sebagai khalifah (penguasa) dimuka bumi, yang termaktub dalam QS. Al-an’am: 165
d)   Sebagai makhluk yang paling tinggi dan mulia, yang termaktub dalam QS. At-tin: 4
e)    Sebagai hamba Allah, yang termaktub dalam QS. Adz-Dzariyat: 56 dan QS. Ali-Imran: 83
f)    Sebagai makhluk yang bertanggungjawab, yang termaktub dalam QS. At-takatsur: 8 dan QS. An-Nur: 24-25
g)   Sebagai makhluk yang terdidik dan mendidik,yang termaktub dalam QS. Al-Baqarah: 31, QS.Al-Alaq:1-5 dan QS. Luqman: 13[4]




DAFTAR PUSTAKA


Abdurrahman Saleh Abdullah, Teori-teori Pendidikan Berdasarkan Al-Qur’an, Jakarta: Rineka Cipta, 2005

Zuhairini, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Akasara, 1984

Mohammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003

[1] Zuhairini,  Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Akasara, 1984,  h.71-72
[2] Mohammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003, h. 10-14
[3] Abdurrahman Saleh Abdullah, Teori-teori Pendidikan Berdasarkan Al-Qur’an, Jakarta: Rineka Cipta, 2005, h. 46-47
[4] Zuhairini,  Filsafat Pendidikan Islam,  h. 85-91






http://ekikusnadi220590.blogspot.com/2013/11/manusia-dan-tugasnya-sebagai-khalifah.html?m=1

Komentar